Pasar estetika medis Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 11,56% hingga 2029 | Healthcare Asia Magazine
, Indonesia
647 views
Photo from Envato

Pasar estetika medis Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 11,56% hingga 2029

Perawatan minimal invasif seperti botox dan dermal filler semakin diminati.

Pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan mencapai $495,64 juta pada 2029 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 11,56%, menurut laporan Research and Markets.

Ekspansi sektor ini didorong oleh kemajuan dalam prosedur bedah maupun non-bedah berkat inovasi teknologi, peningkatan penelitian, dan perubahan ekspektasi pasien.

Perawatan minimal invasif, terutama neurotoksin injeksi seperti botox dan dermal filler, semakin diminati karena memberikan hasil yang cepat, efektif, dan memerlukan waktu pemulihan minimal.

“Formulasi injeksi ini telah mengalami peningkatan signifikan, menawarkan efek yang lebih tahan lama dan hasil yang tampak lebih alami,” menurut laporan tersebut.

Sementara itu, kemajuan dalam terapi berbasis laser dan cahaya diperkirakan akan semakin mendorong pertumbuhan pasar.

“Laser fraksional, cahaya berdenyut intens (intense pulsed light/IPL), dan perangkat frekuensi radio telah menjadi standar dalam mengatasi berbagai kondisi kulit, termasuk hiperpigmentasi, bekas luka, dan kerutan,” tambah laporan tersebut.
 

Follow the link for more news on

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

Hong Kong perluas jaringan layanan primer dalam dorongan reformasi kesehatan

Pusat kesehatan akan menyediakan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan manajemen penyakit kronis.

Chang Gung Hospital bidik peningkatan pasien asal Filipina

Fokus pada layanan kanker dan bedah berteknologi tinggi.

Pilot medtech Singapura–Malaysia dinilai dapat menarik lebih banyak investasi regional

Namun partisipasi tetap bergantung pada peluang pasar dan permintaan produk.

HMI Medical bidik lebih banyak pasien luar negeri lewat penguatan operasi robotik

Mereka menargetkan pasien kelas menengah hingga atas yang mencari prosedur medis berteknologi tinggi.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Mayapada alokasikan 25% belanja modal untuk dorong transformasi kesehatan digital

Mereka menargetkan jumlah rumah sakit meningkat dua kali lipat menjadi 14 dalam 10 tahun.