WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat
Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.
Western Australia Department of Health (WA Health) memperluas penggunaan sistem pesan digital yang mendukung State Health Operations Centre (SHOC), pusat operasi yang mengoordinasikan layanan darurat di seluruh negara bagian tersebut.
Platform yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Australia Baret Technologies ini menggantikan penggunaan pager, panggilan telepon, serta pesan teks dengan sistem komunikasi digital yang aman untuk menghubungkan rumah sakit, layanan ambulans, dan penyedia layanan kesehatan primer. Tujuannya adalah mengurangi keterlambatan komunikasi sekaligus meningkatkan visibilitas terhadap aktivitas unit gawat darurat dan proses pemindahan pasien.
“Platform ini dirancang agar dapat diskalakan dan disesuaikan,” ujar Sumit Sinha-Roy, principal medical adviser di SHOC, kepada Healthcare Asia. “Hal ini memungkinkan rumah sakit, ambulans, layanan kesehatan primer, hingga fasilitas mitra untuk mengadopsinya sesuai kesiapan masing-masing.”
Ia menambahkan bahwa implementasi sistem ini sejalan dengan strategi digital WA Health 2020–2030 yang berfokus pada pembangunan ekosistem layanan kesehatan yang saling terhubung, berbasis data, serta menekankan interoperabilitas dan alat kolaborasi modern.
Peluncuran dilakukan secara bertahap guna memastikan setiap fase ekspansi bersifat “dimiliki secara lokal, selaras secara operasional, dan belajar dari pengalaman SHOC,” ujarnya dalam jawaban tertulis.
Sistem ini menjadi langkah penting dalam menggantikan alat komunikasi lama dan memodernisasi koordinasi layanan darurat di jaringan kesehatan publik Western Australia.
Analis menilai inisiatif ini berpotensi meluas melampaui lingkungan rumah sakit dan layanan darurat.
“Integrasi dengan rekam medis elektronik serta repositori data kesehatan nasional sangat mungkin dilakukan,” kata Rathanesh Ramasundram, director untuk healthcare and life sciences di Frost & Sullivan, dalam wawancara melalui Teams. “Integrasi tersebut akan membantu memastikan transisi layanan yang aman dan pengelolaan pasien yang lebih baik di seluruh sistem kesehatan.”
Meski demikian, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada perencanaan yang matang, pelatihan staf, serta dukungan pengguna agar proses adopsi berjalan mulus, tambahnya.
WA Health telah memulai program pelatihan bagi staf klinis maupun nonklinis, termasuk panduan berbasis peran serta simulasi langsung. “Walaupun hasil akhirnya dipengaruhi banyak faktor, langkah ini diharapkan secara tidak langsung mendukung respons yang lebih cepat, alur layanan yang lebih lancar, dan pengalaman pasien yang lebih baik,” kata Sinha-Roy.