HMI Medical bidik lebih banyak pasien luar negeri lewat penguatan operasi robotik
Mereka menargetkan pasien kelas menengah hingga atas yang mencari prosedur medis berteknologi tinggi.
Health Management International (HMI Medical) memperkirakan penggunaan operasi berbantuan robot akan mendorong peningkatan jumlah pasien asing ke Malaysia, seiring perluasan pemanfaatan robot bedah Hinotori di Mahkota Medical Centre di Melaka dan Regency Specialist Hospital di Johor.
Keterjangkauan biaya tetap menjadi daya tarik utama, ujar Stanley Lam, CEO HMI Medical Malaysia. “Kami sudah sekitar 25% lebih terjangkau dibandingkan pasar,” katanya kepada Healthcare Asia. “Sebagai contoh, prosedur prostat kami sangat kompetitif dibandingkan rumah sakit lain di kawasan Klang Valley.”
Grup ini membidik pasien kelas menengah hingga atas yang menginginkan prosedur medis canggih tanpa harus membayar biaya setara Singapura. Indonesia masih menjadi sumber rujukan terbesar, dengan pasien datang dari Sumatra, Jakarta, Surabaya, Jambi, Semarang, hingga Sulawesi.
Selain itu, rumah sakit juga menerima pasien dari Bangladesh, Vietnam, dan Tiongkok. Pasien asal Singapura umumnya mencari prosedur yang tidak ditanggung skema Medisave, sementara warga Malaysia yang bekerja di Singapura dapat memanfaatkan skema tersebut di Mahkota maupun Regency.
“Harga kami tiga kali lebih rendah dibandingkan Singapura,” kata Lam dalam wawancara melalui Zoom.
Hambatan biaya diperkirakan akan terus menurun seiring meningkatnya penggunaan sistem robotik, kata Chua Peng Teng, spesialis obstetri dan ginekologi di Mahkota. “Ini soal volume—semakin sering digunakan, biayanya akan semakin efisien,” ujarnya dalam wawancara yang sama.
HMI juga tengah mengevaluasi platform robotik untuk operasi lutut, tulang belakang, dan bedah saraf melalui Robotic Steering Committee, yang saat ini meninjau opsi untuk fase ekspansi berikutnya.
Mahkota dan Regency Specialist telah menangani lebih dari 140 kasus operasi robotik, terutama prosedur prostat, dan menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dalam dua tahun ke depan, menurut Lam.
Chua menambahkan bahwa bertambahnya data dari operasi robotik akan membantu rumah sakit menyempurnakan perencanaan bangsal, manajemen tempat tidur, serta penempatan tenaga kerja secara lebih efisien.
Program pelatihan dan evaluasi spesialis juga terus berjalan melalui kemitraan dengan Chang Gung Memorial Hospital di Taiwan serta Siemens Healthineers, yang mendukung adopsi platform robotik oleh HMI.