AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor | Healthcare Asia Magazine
, Indonesia
10483 views
Silvia Haniwijaya Tjokro, general manager at AHCC

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Adi Husada Cancer Center (AHCC) di Surabaya, Jawa Timur memadukan terapi kanker modern dengan sistem pendampingan personal yang membantu pasien melewati setiap tahapan pengobatan.

Silvia Haniwijaya Tjokro, general manager AHCC, mengatakan program unggulan mereka adalah Patient Advisor, yakni pendamping yang menjadi satu titik kontak bagi pasien dan keluarga sepanjang proses perawatan.

“Patient Advisor bukan sekadar mengurus hal-hal administratif,” ujarnya kepada Healthcare Asia dalam sebuah wawancara. “Mereka membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, melakukan tindak lanjut setelah terapi, dan yang paling penting, membuat pasien merasa suaranya didengar.”

Rumah sakit menyesuaikan terapi sesuai kebutuhan masing-masing pasien, memanfaatkan perangkat digital, serta mendorong kolaborasi lintas spesialisasi dalam proses pengobatan.

Melalui tes genetik dan molekuler seperti next generation sequencing, dokter dapat memilih terapi target atau imunoterapi yang lebih tepat bagi pasien tertentu. Pemeriksaan biomarker juga membantu memprediksi respons terhadap terapi, sehingga efek samping yang tidak perlu dapat diminimalkan.

Digitalisasi memegang peran penting. Teknologi kecerdasan buatan membantu dokter membaca hasil computed tomography (CT) scan dan mammogram, sementara layanan telemedisin memungkinkan pasien dari Indonesia Timur maupun luar negeri berkonsultasi dengan spesialis AHCC secara daring. Dokter, ahli bedah, psikolog, ahli gizi, hingga perawat bekerja bersama untuk menghadirkan layanan yang terkoordinasi.

Program Patient Advisor menjadi penghubung dari seluruh elemen tersebut, mulai dari membantu penjadwalan, pengurusan administrasi, tindak lanjut terapi, hingga dukungan emosional. Program ini juga baru saja diperluas dengan layanan psikologis bagi pasien serta pendamping mereka.

AHCC juga bergabung dengan Asia OneHealthCare (A1H), jaringan rumah sakit regional yang membuka akses terhadap benchmark internasional dan sistem rujukan yang lebih luas.

Keberhasilan program diukur melalui survei net promoter score serta wawancara pasien pada tahap awal, pertengahan, dan setelah terapi. Silvia menyebut AHCC secara konsisten meraih skor tinggi dalam evaluasi tersebut.

Sebagai contoh, seorang pasien kemoterapi sempat mengeluhkan ketidaknyamanan saat proses injeksi dan meminta perawat yang lebih berpengalaman. Permintaan itu ditindaklanjuti dengan cepat oleh koordinator keperawatan, sementara Patient Advisor melakukan pemantauan lanjutan. Pasien tersebut kemudian menyatakan merasa lebih tenang dan dihargai.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Patient Advisor dituntut memiliki kombinasi kemampuan yang tidak umum: pemahaman medis, keterampilan administratif, serta kecerdasan emosional. Untuk menjawab kebutuhan itu, AHCC berinvestasi dalam pelatihan dan menghadirkan pakar dari Singapura dan Malaysia guna berbagi praktik terbaik.

Sebagian pasien juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan konsep pendampingan intensif, mengingat sebelumnya mereka lebih terbiasa berinteraksi langsung hanya dengan dokter.

Untuk menjaga konsistensi layanan, AHCC menggelar pertemuan lintas departemen setiap dua minggu yang melibatkan dokter, perawat, farmasi, hingga tim administrasi.

Dalam tiga tahun ke depan, AHCC berencana memperluas peran Patient Advisor melalui peningkatan pelatihan medis dan penguatan kapasitas pendampingan.

“Visi kami adalah menjadikan Patient Advisor semakin komprehensif, sehingga sekompleks apa pun perjalanan pengobatan kanker, pasien tetap merasa didampingi dan diperhatikan,” kata Silvia.

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

Hong Kong perluas jaringan layanan primer dalam dorongan reformasi kesehatan

Pusat kesehatan akan menyediakan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan manajemen penyakit kronis.

Chang Gung Hospital bidik peningkatan pasien asal Filipina

Fokus pada layanan kanker dan bedah berteknologi tinggi.

Pilot medtech Singapura–Malaysia dinilai dapat menarik lebih banyak investasi regional

Namun partisipasi tetap bergantung pada peluang pasar dan permintaan produk.

HMI Medical bidik lebih banyak pasien luar negeri lewat penguatan operasi robotik

Mereka menargetkan pasien kelas menengah hingga atas yang mencari prosedur medis berteknologi tinggi.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Mayapada alokasikan 25% belanja modal untuk dorong transformasi kesehatan digital

Mereka menargetkan jumlah rumah sakit meningkat dua kali lipat menjadi 14 dalam 10 tahun.