Kalbe Farma bermitra dengan perusahaan barang konsumsi untuk meningkatkan bisnis di Filipina | Healthcare Asia Magazine
, Indonesia
146 views
From Left to Right: Giovanni Ong, Board of Director Ecossential Foods Corporation, Michael Lu, Chairman of the Board Ecossential Foods Corporation, Michael Buyung Nugroho, DIC Kalbe International, Andi Chandra, Director of Kalbe International. /Kalbe Pharma

Kalbe Farma bermitra dengan perusahaan barang konsumsi untuk meningkatkan bisnis di Filipina

Hal ini menandai kerjasama usaha patungan dengan Ecossential Food Corp.

Kalbe Farma, perusahaan kesehatan yang berbasis di Indonesia, memperkuat pasar produk dan layanan kesehatan di Filipina menyusul penandatanganan kerjasama joint venture dengan perusahaan consumer goods Filipina.

Dalam sebuah pernyataan, Kalbe Farma menandatangani perjanjian dengan Ecossential Food Corporation untuk membentuk perusahaan patungan bernama Kalbe Ecossential International Incorporated, di mana Kalbe International akan memiliki 60% kepemilikan, sementara 40% lainnya dimiliki oleh Ecossential Food Corp.

Kalbe International akan mengambil tanggung jawab operasional sementara Ecossential Food Corp akan memberikan “dukungan pengawasan strategis yang diperlukan, pengetahuan akan pasar lokal, jaringan, dan infrastruktur.”

“Kalbe merupakan perusahaan kesehatan global asal Indonesia yang terus berinovasi dalam menyediakan produk dan layanan kesehatan yang berkualitas. Ia juga terus melebarkan sayapnya di pasar global dengan terus mengekspor produk unggulannya,” kata Vidjongtius, President Director PT Kalbe Farma.

Sementara itu, Director Kalbe International Michael Bujung melihat Filipina memiliki potensi untuk mengembangkan produk Kalbe, terutama untuk produk non-resep.

Follow the link for more news on

Kapan saatnya membeli peralatan medis yang mahal? Ini kata rumah sakit khusus ortopedi di Malaysia

Mereka  menginvestasikan hampir RM15 juta untuk menyediakan peralatan diagnostik medis paling canggih dalam perawatan ortopedi.

Rumah Sakit Tan Tock Seng mengembangkan model baru perawatan bedah

Model perawatan bedah ini dapat memotong masa inap di rumah sakit dari enam hari hanya  menjadi satu hari.

Menggunakan saluran offline dan online untuk melawan kesalahan persepsi tentang hepatitis B ‘silent disease’ di Singapura

Hibah US$1 juta dari Gilead Sciences akan membantu NFDD dan organisasi berbasis komunitas lain di seluruh Asia untuk memerangi sikap apatis publik terhadap penyakit hati.

Langkah pintar rumah sakit terpencil menghadapi cuaca buruk dan pemadaman listrik

Rumah Sakit Koh Phangan menghemat jutaan baht Thailand untuk biaya perawatan setelah beralih menjadi rumah sakit pintar.

Apakah Asia siap untuk menempatkan layanan kesehatan di cloud? Inilah yang dikatakan eksekutif AWS

Chief Medical Officer Amazon Web Services Rowland Illing mengatakan negara-negara akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda.

Kalbe Farma bermitra dengan perusahaan barang konsumsi untuk meningkatkan bisnis di Filipina

Hal ini menandai kerjasama usaha patungan dengan Ecossential Food Corp.

Mengapa pengadaan adalah rintangan terbesar dalam tujuan rumah sakit hijau dan bagaimana cara mengatasinya

Pengadaan adalah salah satu dari 10 kerangka kerja Global Green and Healthy Hospital (GGHH) bagi rumah sakit untuk mencapai nol bersih emisi pada 2050.

Klinik perawatan mata Malaysia berkembang menjadi pusat ‘Boutique’ untuk meningkatkan layanannya

OasisEye Specialist mengerahkan mesin skrining AI ke daerah terpencil di mana dokter jarang ditemui keberadaannya.

Rumah Sakit The Medical City berusaha meningkatkan jumlah pasien asing yang masuk

Hal ini memotong harga untuk pemeriksaan kelas eksekutif sebesar 15% untuk pelancong dari Guam dan Pasifik.

Apa yang spesial dari keberhasilan RS Pondok Indah Group meraih validasi HIMSS EMRAM level 6?

Ini adalah satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan penilaian tersebut di tingkat tertinggi.