
Sektor farmasi Indonesia tetap bergantung pada impor meski ekspor meningkat
Impor diperkirakan mencapai $1,6 miliar pada 2029, sementara ekspor diproyeksikan mencapai $927 juta.
Sektor farmasi Indonesia diperkirakan akan tetap bergantung pada impor meskipun ada upaya meningkatkan ekspor melalui ekspansi produksi domestik, menurut laporan BMI.
Impor farmasi diproyeksikan meningkat hingga $1,6 miliar pada 2029, sementara ekspor diperkirakan mencapai $927 juta.
Kapasitas terbatas negara dalam memproduksi bahan baku farmasi telah mendorong investasi dalam fasilitas baru yang terutama ditujukan untuk memenuhi permintaan domestik.
Namun, ketergantungan pada impor diperkirakan masih berlanjut, karena investasi terbaru dalam penelitian dan pengembangan kemungkinan memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum dapat meningkatkan kapasitas produksi lokal yang mencukupi untuk memenuhi permintaan.
"Impor obat akan terus mendominasi pasar, dengan defisit perdagangan yang berlanjut meskipun produksi domestik meningkat," menurut laporan tersebut.