Jalur baru bagi dokter di Hong Kong berpotensi dorong inovasi | Healthcare Asia Magazine
, Hong Kong
3689 views
Photo from Envato

Jalur baru bagi dokter di Hong Kong berpotensi dorong inovasi

Hal ini juga berpotensi semakin membebani sumber daya dalam jangka pendek.

Hong Kong meluncurkan jalur ganda bagi dokter yang memungkinkan mereka membagi waktu antara merawat pasien, mengajar, dan melakukan penelitian. Skema ini diharapkan mampu menutup kekurangan tenaga medis yang kian mendesak sekaligus mendorong inovasi medis.

Menteri Kesehatan Lo Chung-mau mengatakan kepada Healthcare Asia bahwa program ini bertujuan menumbuhkan lebih banyak talenta medis sekaligus mendorong rumah sakit mengintegrasikan praktik klinis dengan pengembangan akademik. “Pekerjaan klinis seorang dokter tidak bisa dipisahkan dari pengajaran dan penelitian. Pengalaman klinis juga dapat diterjemahkan menjadi studi-studi baru,” ujarnya melalui email.

Program ini diluncurkan pada akhir tahun lalu dengan dukungan dana riset kesehatan publik, termasuk alokasi khusus untuk penelitian penyakit menular. Dokter yang diterima dalam jalur ini akan mendapat waktu khusus untuk mengerjakan penelitian di University of Hong Kong atau Chinese University of Hong Kong, sembari tetap menjalankan tugas klinis di rumah sakit publik.

Meski diharapkan dapat memperkuat kapasitas medis kota dalam jangka panjang, para pakar menilai inisiatif ini juga berpotensi menambah beban sumber daya yang sudah terbatas dalam jangka pendek. Pemerintah memperkirakan Hong Kong akan menghadapi kekurangan lebih dari 1.500 dokter pada 2030.

“Dengan kewajiban meluangkan setidaknya 30% waktu untuk mengajar dan meneliti, otomatis waktu dokter di rumah sakit akan berkurang,” ujar Shin Thant Aung, Direktur di YCP Solidiance, melalui Microsoft Teams. Ia menambahkan, rumah sakit juga perlu mengantisipasi kenaikan gaji serta biaya administrasi pada tahap awal, sebelum dana riset dan perekrutan tenaga medis dari luar negeri bisa membantu meringankan tekanan finansial.

Untuk meminimalisasi dampak tersebut, Otoritas Rumah Sakit akan menerapkan program secara bertahap, bukan langsung melibatkan semua dokter yang memenuhi syarat. “Perlu keseimbangan antara layanan klinis dan komitmen akademik,” kata Aung.

Menurut Dicky Chow, Kepala Bidang Kesehatan dan Inovasi Sosial di Our Hong Kong Foundation, rumah sakit juga harus menyesuaikan alokasi staf dan cara menilai kinerja ketika model jalur ganda diterapkan. “Mereka perlu melampaui fokus semata pada hasil pasien,” ujarnya via Zoom. Ia menambahkan, rumah sakit bisa memperoleh lebih banyak pendanaan jika penelitian terhubung erat dengan operasional, sambil membentuk tim administrasi khusus untuk mendukung dokter. Penilaian kinerja, menurutnya, sebaiknya memberi penghargaan atas kontribusi klinis maupun akademis.

Chow juga menekankan perlunya revisi kurikulum pendidikan kedokteran agar pelatihan riset lebih terintegrasi. “Kecuali mahasiswa memilih jalur tersebut, mereka tidak dibekali keterampilan riset yang esensial. Kurikulum yang direvisi akan lebih mendukung model jalur ganda ini,” jelasnya.

Lo menegaskan pemerintah akan memantau pelaksanaan program sebelum memutuskan apakah akan diperluas ke lebih banyak rumah sakit dan spesialisasi. “Kami akan terus meninjau langkah ini,” ujarnya.

Namun, para pakar masih berhati-hati jika pendekatan serupa diterapkan pada profesi kesehatan lain. Aung menilai model ini kurang cocok bagi perawat, karena beban kerja mereka menyisakan sedikit ruang untuk penelitian.

Meski begitu, Chow menyebut sudah ada upaya kecil di bidang keperawatan dan profesi kesehatan terkait. “Dalam jangka panjang, ada potensi jelas bagi mereka untuk ikut jalur ganda. Dengan bekerja sama dengan universitas, model ini bisa dikembangkan lebih jauh,” katanya.

Follow the link s for more news on

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

Hong Kong perluas jaringan layanan primer dalam dorongan reformasi kesehatan

Pusat kesehatan akan menyediakan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan manajemen penyakit kronis.

Chang Gung Hospital bidik peningkatan pasien asal Filipina

Fokus pada layanan kanker dan bedah berteknologi tinggi.

Pilot medtech Singapura–Malaysia dinilai dapat menarik lebih banyak investasi regional

Namun partisipasi tetap bergantung pada peluang pasar dan permintaan produk.

HMI Medical bidik lebih banyak pasien luar negeri lewat penguatan operasi robotik

Mereka menargetkan pasien kelas menengah hingga atas yang mencari prosedur medis berteknologi tinggi.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Mayapada alokasikan 25% belanja modal untuk dorong transformasi kesehatan digital

Mereka menargetkan jumlah rumah sakit meningkat dua kali lipat menjadi 14 dalam 10 tahun.