NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif | Healthcare Asia Magazine
, Singapore
806 views
Photo from NUHCS - National University Heart Centre, Singapore

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.

National University Heart Centre Singapore (NUHCS) sedang melatih para spesialis di kawasan ini dalam prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta jantung, yang terbukti lebih unggul dibandingkan operasi terbuka bagi pasien dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Pusat ini menargetkan ahli jantung dan ahli bedah dari negara-negara di mana prosedur yang disebut transcatheter aortic valve implantation (TAVI) masih dalam tahap adopsi awal, ujar Ivandito Kuntjoro, senior consultant radioogist di Departemen Kardiologi NUHCS, kepada Healthcare Asia.

“Filipina, Thailand, dan Malaysia sudah melakukan TAVI,” katanya melalui Zoom. “Namun, [NUHCS] telah melakukan prosedur ini selama 10 tahun dan telah menangani banyak kasus.”

Permintaan terhadap prosedur ini terus meningkat, dengan nilai pasar global mencapai $7,01 miliar pada 2024 dan diperkirakan tumbuh 10,1% per tahun hingga mencapai $12,41 miliar pada 2030, menurut laporan Next Move Strategy Consulting.

Kuntjoro, yang merupakan direktur Program Jantung Struktural NUHCS, mengatakan bahwa pusat ini menyediakan pelatihan yang mencakup pengalaman langsung serta manajemen kasus jantung struktural kompleks di klinik, rumah sakit, dan unit perawatan intensif.

Mereka melatih satu peserta setiap tahun, dengan dukungan pendanaan yang berasal dari rumah sakit dan, dalam beberapa kasus, dari institusi asal peserta pelatihan, katanya.

NUHCS menggunakan simulasi 3D dalam pelatihannya. “Setiap pasien menjalani pemindaian CT (computed tomography), yang memungkinkan kami menghasilkan analisis 3D mendetail tentang jalur akses dan geometri anulus aorta,” kata Kuntjoro.

Prosedur ini dilakukan pada pasien dengan stenosis aorta, yaitu kondisi di mana salah satu katup jantung menyempit, sehingga menyulitkan aliran darah ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani, gejalanya dapat berupa nyeri dada, sesak napas, atau pingsan.

“Salah satu tanda utama adalah murmur jantung,” ujarnya.

“Di Singapura, yang memiliki populasi menua, insiden kondisi ini cukup signifikan,” kata Kuntjoro. “Menurut perkiraan umum pada populasi lain, prevalensi stenosis aorta pada individu berusia 65 tahun ke atas berkisar antara 2% hingga 7%.”

Pusat ini memungkinkan peserta pelatihan untuk mengamati prosedur langsung. “Sehari sebelum [prosedur], kami mengadakan pelatihan didaktik yang mencakup indikasi, manfaat, efek samping, dan informasi penting lainnya mengenai prosedur ini.”

“Konsultan kami juga berperan sebagai proktor TAVI, yang bepergian ke berbagai wilayah untuk melatih dan mengawasi pusat-pusat baru atau membantu prosedur kompleks di pusat yang sudah mapan,” tambahnya.

NUHCS memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis gambar ultrasonografi dalam mendiagnosis masalah jantung. Meskipun pusat ini tidak menggunakan AI secara langsung untuk TAVI, dokter terus mengadopsi teknologi terbaru, termasuk generasi terbaru katup jantung, katanya.

Kuntjoro, yang juga asisten profesor klinis di Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore, menekankan pentingnya deteksi dini, terutama untuk stenosis aorta.

“Ketika orang berpikir tentang masalah jantung, mereka sering menganggapnya hanya terkait serangan jantung atau tekanan darah tinggi, padahal masalah katup juga umum terjadi,” katanya. “Masyarakat perlu mengenali gejalanya, karena penanganan yang tertunda dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen.”

Follow the link for more news on

Radjak luncurkan unit cepat jantung dan stroke untuk tanggap darurat perkotaan

Model ini berpotensi diperluas ke jaringan rumah sakit urban seiring meningkatnya kebutuhan.

Mayapada fokus kurangi kesalahan awal proses laboratorium

Mereka menargetkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten di seluruh jaringan rumah sakit.

Hong Kong perluas jaringan layanan primer dalam dorongan reformasi kesehatan

Pusat kesehatan akan menyediakan skrining, pemeriksaan kesehatan, dan manajemen penyakit kronis.

Chang Gung Hospital bidik peningkatan pasien asal Filipina

Fokus pada layanan kanker dan bedah berteknologi tinggi.

Pilot medtech Singapura–Malaysia dinilai dapat menarik lebih banyak investasi regional

Namun partisipasi tetap bergantung pada peluang pasar dan permintaan produk.

HMI Medical bidik lebih banyak pasien luar negeri lewat penguatan operasi robotik

Mereka menargetkan pasien kelas menengah hingga atas yang mencari prosedur medis berteknologi tinggi.

A1 Health hentikan penggunaan anestesi desflurane di Indonesia

Langkah ini menurunkan emisi karbon di ruang operasi hingga 25%.

WA Health perluas sistem pesan digital untuk memperkuat respons darurat

Platform ini menggantikan pager, panggilan telepon, dan SMS untuk memangkas keterlambatan koordinasi.

AHCC perkuat layanan kanker lewat program Patient Advisor

Pendamping pasien membangun kepercayaan, menjelaskan prosedur, hingga memastikan tindak lanjut terapi.

Mayapada alokasikan 25% belanja modal untuk dorong transformasi kesehatan digital

Mereka menargetkan jumlah rumah sakit meningkat dua kali lipat menjadi 14 dalam 10 tahun.