South Korea eyes ramping up COVID-19 treatment centers to 10,000 | Healthcare Asia Magazine
, South Korea

South Korea eyes ramping up COVID-19 treatment centers to 10,000

The “one-stop” centre provides testing and medical care services.

South Korea’s government has expressed plans to expand the number of "one-stop" COVID-19 treatment centres to 10,000 from the current 6,206, seeking to provide stable medical access in case of a spike in infections, Yonhap reported.

The COVID-19 treatment centres provide people with virus tests, in-person medical care services and antiviral drugs against the virus.

READ MORE: India’s medical devices get boost from domestic manufacturing push

"Even if the number of COVID-19 patients increases, we will make sure they can get stable treatment under our general medical system," Prime Minister Han Duck-soo said during a COVID-19 response meeting in Seoul.

Han also called for efficient management of medical resources, including hospital beds, to prepare for a possible virus resurgence in the summer vacation season.

 

Follow the link for more news on

EMC Healthcare dan InterSystems akan meluncurkan sistem rekam medis elektronik canggih di Indonesia

Sistem ini dilengkapi dengan dokumentasi otomatis dan kode berbasis AI.

Rumah sakit swasta di Filipina diminta berhati-hati akan pengeluaran

Klaim layanan kesehatan di negara ini diperkirakan meningkat 21% tahun ini.

KTPH melacak pasien dan peralatan secara real-time

Rumah sakit milik negara Singapura ini juga berencana menggunakan gelang RFID pasif untuk melacak lokasi pasien.

Sistem otomatis mengangkut instrumen bedah di Singapura

Sistem ini mengirimkan instrumen siap pakai langsung ke meja operasi.

Island Hospital menggunakan rehabilitasi berbasis data untuk mempercepat pemulihan

Teknologi ini menyesuaikan latihan pasien dan memberikan feedback secara real-time.

Rumah Sakit didesak menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan perempuan

Investasi yang lebih baik dalam kesehatan perempuan dapat meningkatkan perekonomian global sebesar USD 1 triliun per tahun pada 2040.

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.