Rumah Sakit Tzu Chi Indonesia menggunakan robot untuk mengobati hernia | Healthcare Asia Magazine
, Indonesia
1133 views

Rumah Sakit Tzu Chi Indonesia menggunakan robot untuk mengobati hernia

Fasilitas medis ini telah merawat 40 pasien dengan prosedur minimal invasif.

Rumah Sakit Tzu Chi di Jakarta telah meluncurkan Hernia Center, yang bertujuan mengobati semua jenis hernia menggunakan teknologi termutakhir sekaligus mendorong deteksi dini.

Berlokasi di lantai dua rumah sakit, Hernia Center menawarkan bedah hernia konvensional dan laparoskopi serta dilengkapi dengan Versius Modular Robotic System, sebuah robot bedah portabel.

Dikembangkan oleh CMR Surgical yang berbasis di Cambridge, robot ini memungkinkan prosedur minimal invasif, sehingga mengurangi kerusakan jaringan, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mempercepat waktu pemulihan.

Menurut Mayo Clinic, hernia terjadi ketika jaringan, seperti bagian usus, menonjol melalui titik lemah pada otot perut. Benjolan yang dihasilkan dapat menyebabkan rasa sakit, terutama saat batuk, membungkuk, atau mengangkat benda berat, meskipun banyak kasus hernia tidak menimbulkan rasa sakit.

“Kami berupaya membekali tenaga medis kami dengan alat terbaik yang tersedia agar mereka dapat bekerja pada tingkat tertinggi,” kata Satyanegara, seorang ahli bedah saraf sekaligus direktur senior di Rumah Sakit Tzu Chi. “Ini adalah pencapaian penting dalam perjalanan kami untuk melayani lebih banyak pasien.”

Hernia Center di Rumah Sakit Tzu Chi, yang berakar dari kelompok kemanusiaan Buddhis Taiwan, dijalankan oleh tim ahli bedah yang menguasai teknologi robotik, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan paling modern dan efektif yang tersedia.

Selain menangani pasien, Hernia Center juga berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi tenaga medis. Para dokter dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam manajemen hernia melalui pengalaman langsung dengan bedah robotik.

Gunawan Susanto, Presiden Direktur Rumah Sakit Tzu Chi, mengatakan  meskipun perawatan hernia tampak sederhana, pendekatan menyeluruh tetap diperlukan, mulai dari diagnosis hingga perawatan pascaoperasi. “Kami berkomitmen mendidik dan membimbing pasien sepanjang proses perawatan,” katanya kepada wartawan dalam peluncuran Hernia Center pada 7 Oktober.

Sementara itu, Barlian Sutedja, seorang ahli bedah umum di Rumah Sakit Tzu Chi, menyoroti bahwa beberapa pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengidap hernia. “Di Hernia Center, kami menyediakan konsultasi dan pemeriksaan untuk menentukan apakah gejala yang dialami berkaitan dengan hernia, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencegah komplikasi.”

Dokter di Hernia Center telah menangani 40 pasien menggunakan robot bedah. “Bedah robotik untuk pengobatan hernia sangat efektif dalam mengurangi nyeri, terutama pada kasus yang rumit, sehingga menjadi pilihan ideal bagi banyak pasien,” kata Barlian.

Hong Kong perkuat fokus pada pencegahan penyakit

Langkah ini memberikan hasil positif bagi sistem kesehatan kota tersebut.

Asia Tenggara hadapi ketimpangan akses urologi seiring permintaan melampaui ketersediaan spesialis

Beberapa rumah sakit kekurangan perawatan dan bahan habis pakai untuk prosedur tingkat lanjut.

NUH rombak alur kerja untuk kurangi penumpukan di Rumah Sakit

Rumah sakit ini telah memperluas layanan perawat serta pengambilan keputusan di garis depan.

Asian Hospital opens dedicated hernia clinic

Klinik ini menyasar kesenjangan penanganan di Metro Manila, di mana jumlah kasus jauh melampaui kapasitas bedah yang tersedia.

Hong Kong dorong transparansi harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien menunda pengobatan akibat kecemasan soal biaya.

Rumah Sakit rombak layanan seiring pasien beralih ke aplikasi kesehatan

Tujuh dari delapan orang dewasa mencari informasi kesehatan sebelum menemui dokter.

Alexandra Hospital andalkan otomatisasi untuk rencana ekspansi

Teknologi dapat mendukung tugas-tugas nonklinis seperti logistik dan dokumentasi.

OUE Healthcare buka sleep lab swasta pertama di Singapura

Sekitar 30% orang dewasa mengalami sleep apnea obstruktif.

Pengembangan obat tradisional Tiongkok di Hong Kong bergantung pada perbaikan digital dan talenta

Kuota rawat jalan bersubsidi di CMHHK sudah terisi penuh pada bulan pertama pembukaannya.