Rumah sakit KMU mengadopsi teknologi Denmark untuk meredakan stres ibu hamil dalam proses persalinan. | Healthcare Asia Magazine
, Taiwan
240 views

Rumah sakit KMU mengadopsi teknologi Denmark untuk meredakan stres ibu hamil dalam proses persalinan.

Ini akan mengurangi beban kerja perawat dan mengatasi kepadatan di ruang gawat darurat.

Dari berbagai ide cemerlang untuk meredakan stres dan kecemasan ibu hamil yang akan melahirkan, Universitas Kedokteran Kaohsiung (KMU) melompat ke inovasi untuk mengatasi masalah ini di Rumah Sakit Gangshan yang di bawah naungannya.

KMU mendirikan teknologi audio-visual Denmark di Ruang Persalinan Sensorik (SDR) untuk memberikan rasa tenang dan kemudahan, alih-alih mengekspos ibu hamil pada lingkungan stres di departemen darurat, tanpa tempat untuk istirahat ketika rasa sakit persalinan mulai terasa.

Ruang tersebut memiliki pencahayaan, suara, dan faktor lain yang dapat diatur untuk menciptakan suasana yang santai untuk berbagai fase proses persalinan sambil mempersiapkan mereka untuk ruang persalinan.

Sherry Chen, seorang perwakilan dari KMU Healthcare, menjelaskan bahwa SDR sangat membantu menenangkan saraf ibu hamil saat mereka mengantisipasi pengalaman yang secara alami menyakitkan.

Bagi perawat, ketika ibu dalam keadaan nyaman, perawat dapat lebih mudah fokus pada tugas mereka seperti memantau tanda-tanda vital dan berkomunikasi dengan ibu.

"Jika ibu tidak gugup, itu akan memberikan lebih banyak kenyamanan dan perawat dapat mengurangi beban kerja mereka di ruangan," kata Chen.

Ketika ditanya seberapa lama ibu harus tinggal di SDR, Chen mengatakan itu tergantung pada keputusan dokter. Bisa berlangsung sekitar 12 jam atau lebih dalam sehari.

Di Taiwan, SDR sudah ada di cabang rumah sakit Hsin-Chu dari KMU di distrik utara dan tahun depan, akan diterapkan di rumah sakit KMU lainnya.

Inovasi KMU

KMU juga berinvestasi dalam teknologi perawatan pencegahan lainnya yang menambah kenyamanan bagi pasien mereka seperti perangkat wearable untuk pemantauan jantung dan perawatan tidur.

Perangkat wearable dapat mendeteksi gerakan jantung dan menilai kapasitas beban jantung. Data yang dikumpulkan dari teknologi ini juga akan membantu mengevaluasi apakah pasien rentan terhadap risiko gagal jantung.

Untuk perawatan tidur, sistem rumah sakit menggabungkan interface otak-komputer yang dapat dipakai dan teknologi Internet-of-Things (IoT) untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas tidur pasien.

Follow the link for more news on

Hong Kong perkuat fokus pada pencegahan penyakit

Langkah ini memberikan hasil positif bagi sistem kesehatan kota tersebut.

Asia Tenggara hadapi ketimpangan akses urologi seiring permintaan melampaui ketersediaan spesialis

Beberapa rumah sakit kekurangan perawatan dan bahan habis pakai untuk prosedur tingkat lanjut.

NUH rombak alur kerja untuk kurangi penumpukan di Rumah Sakit

Rumah sakit ini telah memperluas layanan perawat serta pengambilan keputusan di garis depan.

Asian Hospital opens dedicated hernia clinic

Klinik ini menyasar kesenjangan penanganan di Metro Manila, di mana jumlah kasus jauh melampaui kapasitas bedah yang tersedia.

Hong Kong dorong transparansi harga, uji klinis, dan kapasitas bioteknologi

Enam dari 10 pasien menunda pengobatan akibat kecemasan soal biaya.

Rumah Sakit rombak layanan seiring pasien beralih ke aplikasi kesehatan

Tujuh dari delapan orang dewasa mencari informasi kesehatan sebelum menemui dokter.

Alexandra Hospital andalkan otomatisasi untuk rencana ekspansi

Teknologi dapat mendukung tugas-tugas nonklinis seperti logistik dan dokumentasi.

OUE Healthcare buka sleep lab swasta pertama di Singapura

Sekitar 30% orang dewasa mengalami sleep apnea obstruktif.

Pengembangan obat tradisional Tiongkok di Hong Kong bergantung pada perbaikan digital dan talenta

Kuota rawat jalan bersubsidi di CMHHK sudah terisi penuh pada bulan pertama pembukaannya.