Global AI in epidemiology market to hit $2.6b by 2030 | Healthcare Asia Magazine
Photo from Envato

Global AI in epidemiology market to hit $2.6b by 2030

Thanks to the increasing demand for real-time disease surveillance.

The global market for artificial intelligence (AI) in Epidemiology is projected to reach $2.6b by 2030 at a compound annual growth rate of 25.2%, said Research and Markets.

The sector’s expansion is attributed to the increasing demand for real-time disease surveillance and outbreak response capabilities.

In addition, the rise of wearable health devices and mobile health applications is contributing to the market’s growth.

“Technological advancements in AI, including natural language processing and deep learning, are further expanding the capabilities of epidemiological tools,” the report said.

Meanwhile, government and international funding for AI-based public health initiatives are further accelerating adoption, with agencies investing in advanced tools to strengthen epidemiological capabilities.

Follow the link for more news on

EMC Healthcare dan InterSystems akan meluncurkan sistem rekam medis elektronik canggih di Indonesia

Sistem ini dilengkapi dengan dokumentasi otomatis dan kode berbasis AI.

Rumah sakit swasta di Filipina diminta berhati-hati akan pengeluaran

Klaim layanan kesehatan di negara ini diperkirakan meningkat 21% tahun ini.

KTPH melacak pasien dan peralatan secara real-time

Rumah sakit milik negara Singapura ini juga berencana menggunakan gelang RFID pasif untuk melacak lokasi pasien.

Sistem otomatis mengangkut instrumen bedah di Singapura

Sistem ini mengirimkan instrumen siap pakai langsung ke meja operasi.

Island Hospital menggunakan rehabilitasi berbasis data untuk mempercepat pemulihan

Teknologi ini menyesuaikan latihan pasien dan memberikan feedback secara real-time.

Rumah Sakit didesak menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan perempuan

Investasi yang lebih baik dalam kesehatan perempuan dapat meningkatkan perekonomian global sebesar USD 1 triliun per tahun pada 2040.

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.