SNEC, SERI, Stanford University ink three-year ophthalmology partnership | Healthcare Asia Magazine
, Singapore
Photo from Singhealth website

SNEC, SERI, Stanford University ink three-year ophthalmology partnership

The agreement includes internships and fellowship opportunities at Stanford.

The Singapore National Eye Centre (SNEC) and Singapore Eye Research Institute (SERI) have signed a three-year agreement with the US’s Byers Eye Institute at Stanford University to advance education, clinical care, and research in ophthalmology.

Under the agreement, top trainees and junior faculty from SNEC and SERI will have access to ophthalmic internships and fellowships at Stanford.

The partnership will also focus on leveraging strengths in artificial intelligence and digital programmes, including expanding retinal image datasets from diverse populations.

The memorandum of understanding was signed by Aung Tin, CEO of SNEC, Jodhbir Mehta, Executive Director of SERI, and Jeffrey Goldberg, Chair of the Department of Ophthalmology at Stanford’s Byers Eye Institute.

Follow the link for more news on

EMC Healthcare dan InterSystems akan meluncurkan sistem rekam medis elektronik canggih di Indonesia

Sistem ini dilengkapi dengan dokumentasi otomatis dan kode berbasis AI.

Rumah sakit swasta di Filipina diminta berhati-hati akan pengeluaran

Klaim layanan kesehatan di negara ini diperkirakan meningkat 21% tahun ini.

KTPH melacak pasien dan peralatan secara real-time

Rumah sakit milik negara Singapura ini juga berencana menggunakan gelang RFID pasif untuk melacak lokasi pasien.

Sistem otomatis mengangkut instrumen bedah di Singapura

Sistem ini mengirimkan instrumen siap pakai langsung ke meja operasi.

Island Hospital menggunakan rehabilitasi berbasis data untuk mempercepat pemulihan

Teknologi ini menyesuaikan latihan pasien dan memberikan feedback secara real-time.

Rumah Sakit didesak menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan perempuan

Investasi yang lebih baik dalam kesehatan perempuan dapat meningkatkan perekonomian global sebesar USD 1 triliun per tahun pada 2040.

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.