Medical tourism in India falls 15% over ongoing socio-political unrest in Bangladesh | Healthcare Asia Magazine
, India
Photo from Envato

Medical tourism in India falls 15% over ongoing socio-political unrest in Bangladesh

Bangladeshi patients contribute to 60% of total tourist visits for medical treatment.

The ongoing socio-political unrest in Bangladesh is anticipated to slash India’s medical tourism footfall by 15% this year.

A CareEdge Ratings report revealed that medical tourism contributes approximately 5% of the total revenue in the hospital sector, with Bangladesh accounting for up to 60% of total tourists visiting India for treatment.

Though the decline is expected to recover gradually by the end of the year, hospitals with a high dependency on Bangladeshi medical tourists may experience revenue declines in Q2 and Q3 of FY 2025.

In contrast, larger, multi-location hospitals are likely to experience a relatively minor impact whilst the effects on most industry players are cushioned by strong financial resilience and robust cash accruals.

 

Follow the link s for more news on

EMC Healthcare dan InterSystems akan meluncurkan sistem rekam medis elektronik canggih di Indonesia

Sistem ini dilengkapi dengan dokumentasi otomatis dan kode berbasis AI.

Rumah sakit swasta di Filipina diminta berhati-hati akan pengeluaran

Klaim layanan kesehatan di negara ini diperkirakan meningkat 21% tahun ini.

KTPH melacak pasien dan peralatan secara real-time

Rumah sakit milik negara Singapura ini juga berencana menggunakan gelang RFID pasif untuk melacak lokasi pasien.

Sistem otomatis mengangkut instrumen bedah di Singapura

Sistem ini mengirimkan instrumen siap pakai langsung ke meja operasi.

Island Hospital menggunakan rehabilitasi berbasis data untuk mempercepat pemulihan

Teknologi ini menyesuaikan latihan pasien dan memberikan feedback secara real-time.

Rumah Sakit didesak menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan perempuan

Investasi yang lebih baik dalam kesehatan perempuan dapat meningkatkan perekonomian global sebesar USD 1 triliun per tahun pada 2040.

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.