South Korea and Saudi Arabia announced partnership to boost medical personnel training | Healthcare Asia Magazine
, APAC
Photo from Karolina Grabowska on Pexels

South Korea and Saudi Arabia announced partnership to boost medical personnel training

Both countries agreed on the need to train specialised medical personnel.

South Korea’s Health and Welfare minister, Cho KyooHong, and Yousef Bin Abdullah Al-Benyan, Saudi Arabia’s H.E Minister of Education, have discussed ways to strengthen healthcare cooperation, including expanding the training of medical personnel.

The two ministers agreed on the need to train specialised medical personnel and advance bilateral policy cooperation, such as the provision of the agreement on training Saudi medical personnel.

ALSO READ: South Korea’s ultrasound systems market poised for 3% CAGR growth until 2033

Meanwhile, Cho shared recent issues of interest in the healthcare sector, such as the sending of Saudi government-funded patients and the elevation of Korean medical licenses to a higher group.

In response, Al-Benyan welcomed the proposal to enhance capacity building.

The Education minister also expressed his commitment to continuing the medical cooperation between both countries.

 

EMC Healthcare dan InterSystems akan meluncurkan sistem rekam medis elektronik canggih di Indonesia

Sistem ini dilengkapi dengan dokumentasi otomatis dan kode berbasis AI.

Rumah sakit swasta di Filipina diminta berhati-hati akan pengeluaran

Klaim layanan kesehatan di negara ini diperkirakan meningkat 21% tahun ini.

KTPH melacak pasien dan peralatan secara real-time

Rumah sakit milik negara Singapura ini juga berencana menggunakan gelang RFID pasif untuk melacak lokasi pasien.

Sistem otomatis mengangkut instrumen bedah di Singapura

Sistem ini mengirimkan instrumen siap pakai langsung ke meja operasi.

Island Hospital menggunakan rehabilitasi berbasis data untuk mempercepat pemulihan

Teknologi ini menyesuaikan latihan pasien dan memberikan feedback secara real-time.

Rumah Sakit didesak menutup kesenjangan dalam layanan kesehatan perempuan

Investasi yang lebih baik dalam kesehatan perempuan dapat meningkatkan perekonomian global sebesar USD 1 triliun per tahun pada 2040.

NUHCS melatih lebih banyak ahli bedah untuk implantasi katup jantung yang kurang invasif

TAVI menargetkan kondisi yang sering dimulai dengan murmur jantung.