Alexandra Hospital andalkan otomatisasi untuk rencana ekspansi
Teknologi dapat mendukung tugas-tugas nonklinis seperti logistik dan dokumentasi.
Rumah Sakit Alexandra Singapura berencana menggunakan otomatisasi untuk mempersiapkan diri menghadapi peningkatan kapasitas tempat tidur hingga empat kali lipat pada 2028, dengan keyakinan bahwa teknologi dapat menjaga kualitas perawatan seiring meningkatnya skala dan tekanan tenaga kerja.
CEO Margaret Lee Kwee Hiang mengatakan otomatisasi akan mendukung model perawatan rumah sakit ini, yang mempertahankan pasien pada tempat tidur dan tim yang sama seiring perubahan kebutuhan mereka.
"Kami berupaya menghemat waktu yang terbatas yang kami miliki dan mengalokasikannya untuk interaksi manusia yang bermakna dan berkualitas tinggi demi pemulihan pasien," katanya kepada Healthcare Asia melalui Zoom.

Lee mengatakan otomatisasi dapat mendukung tugas-tugas nonklinis, seperti logistik dan dokumentasi, sehingga memungkinkan para klinisi untuk lebih berfokus pada perawatan pasien, bukan pekerjaan rutin.
Rencana ini sejalan dengan pembangunan ulang (redevelopment) Rumah Sakit Alexandra, yang dimulai pada 2024 dan dijadwalkan rampung pada akhir 2028. Kapasitas tempat tidur akan meningkat menjadi sekitar 1.300 dari sebelumnya 300, dengan kampus yang diperluas ini juga akan menambah layanan gawat darurat, ruang operasi, dan unit perawatan intensif (critical care).
Tekanan tenaga kerja turut memperkuat dorongan menuju otomatisasi, seiring staf layanan kesehatan yang harus menangani harapan hidup pasien yang semakin panjang serta beban penyakit kronis yang terus meningkat.
Lee mengatakan para klinisi perlu membangun kemampuan di bidang kecerdasan buatan dan alat digital agar dapat mempertahankan penyampaian layanan dalam skala yang lebih besar.
Rumah sakit ini, yang berada di bawah National University Health System, juga berencana memperluas cakupan klinisnya. Rumah sakit ini berupaya memperluas layanan bedah dan menambah lebih banyak perawatan spesialis seiring bertambahnya kapasitas, kata Lee, menandai pergeseran dari fokus sebelumnya yang lebih terpusat pada perawatan medis umum.