Rumah sakit temukan efisiensi lewat tugas rutin | Healthcare Asia Magazine
652 views
Photo by Irwan on Unsplash

Rumah sakit temukan efisiensi lewat tugas rutin

Penyedia layanan melihat keuntungan pada operasional back-office.

Penyedia layanan kesehatan dapat meningkatkan return atas investasi teknologi dengan mengintegrasikan alat digital ke dalam alur kerja yang sudah ada, menetapkan tujuan bisnis yang jelas, serta berfokus pada fungsi administratif di mana peningkatan produktivitas paling mudah diukur, menurut para analis.

"Use case yang paling kuat memiliki baseline yang jelas, hasil yang terukur, serta jalur implementasi yang sesuai dengan alur kerja yang sudah ada," kata Saleem Butt, principal for healthcare services Asia Tenggara di L.E.K. Consulting LLP, kepada Healthcare Asia.

Laporan KPMG pada Mei menemukan bahwa 57% organisasi kesehatan hanya mencapai titik impas dari investasi teknologi mereka. Kualitas data yang buruk, keamanan siber, kepatuhan regulasi, dan tata kelola yang lemah tetap menjadi hambatan terbesar dalam meningkatkan return.

Butt mengatakan penyedia layanan kesehatan sebaiknya memulai dengan mengidentifikasi masalah operasional atau klinis yang ingin dipecahkan, alih-alih mengadopsi teknologi tanpa tujuan yang jelas.

Ia mencontohkan penyedia layanan kesehatan di Indonesia yang menggunakan sistem billing dan coding digital untuk memproses klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan. Sistem ini mengurangi beban administratif, meminimalkan kesalahan coding, dan mempercepat proses reimbursement, ujarnya.

Butt menambahkan bahwa organisasi juga perlu memperhitungkan biaya implementasi, termasuk integrasi sistem, tata kelola, pelatihan staf, dan monitoring untuk memastikan proyek memberikan nilai yang bertahan lama.

Rohit Anand, director of research and analysis for medical devices di GlobalData Plc, mengatakan fungsi administratif seperti dokumentasi, penjadwalan, coding, prior authorization, komunikasi dengan pasien, dan revenue cycle management memberikan manfaat bisnis yang paling jelas.

Fungsi-fungsi ini mengurangi pekerjaan repetitif dan membuat peningkatan produktivitas lebih mudah diukur, ujarnya.

Anand menambahkan bahwa proyek teknologi lebih berhasil ketika diintegrasikan ke dalam alur kerja dan sistem pembayaran lokal yang sudah ada, ketimbang diperkenalkan sebagai inisiatif yang berdiri sendiri.

Huma Naz, director of outpatient services and patient access di Aga Khan University Hospital, Pakistan, mengatakan organisasi perlu mendefinisikan masalah yang ingin dipecahkan dengan teknologi sebelum memilih solusi.

Ia mengatakan klinisi dan pemangku kepentingan lain perlu tetap terlibat sepanjang proses implementasi, dan organisasi perlu mengukur perbaikan pada hasil klinis pasien, efisiensi operasional, serta kualitas layanan.

Naz mengatakan data berkualitas tinggi merupakan "kebutuhan fundamental," karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat melemahkan pengambilan keputusan.

Ia menambahkan bahwa keamanan siber, perlindungan privasi, dan kepatuhan regulasi harus dibangun sejak awal proyek, bukan ditangani belakangan.

Stephen Sunderland, partner sekaligus head of Southeast Asia healthcare and life sciences di L.E.K., mengatakan penyedia layanan kesehatan tidak perlu menunggu data yang sempurna sebelum memperluas program teknologi.

Sebagai gantinya, organisasi sebaiknya fokus mengontrol akses data dan memastikan output yang andal, terutama pada area di mana informasi yang tidak akurat dapat memengaruhi perawatan pasien, ujarnya.

Sunderland mengatakan organisasi kesehatan tidak boleh mengorbankan keamanan siber demi mempercepat penerapan, karena kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam layanan kesehatan.

Follow the link s for more news on

Alat pemindaian jantung berbasis AI dari Singapura menuju uji coba lebih luas di rumah sakit

Peneliti kejar persetujuan klinis usai model catat akurasi lebih dari 90% dalam berbagai studi.

Sektor bioteknologi India perlu tingkatkan riset orisinal demi dorong inovasi

Innovation pipeline-nya telah tumbuh menjadi lebih dari 2.

China dorong brain-computer interface menuju penggunaan komersial

Pendanaan BCI tembus US$1 miliar lewat 64 kesepakatan pada semester pertama.

CMUH patok harga robot perawat di bawah biaya perawat

Sistem yang dikembangkan rumah sakit ini dirancang untuk terintegrasi dengan alur kerja klinis.

Rumah sakit temukan efisiensi lewat tugas rutin

Penyedia layanan melihat keuntungan pada operasional back-office.

Indonesia andalkan regulasi stem cell untuk tingkatkan layanan longevity

Klinik, resor, dan pengembang properti muncul sebagai adopter awal.

Hong Kong perkuat fokus pada pencegahan penyakit

Langkah ini memberikan hasil positif bagi sistem kesehatan kota tersebut.

Asia Tenggara hadapi ketimpangan akses urologi seiring permintaan melampaui ketersediaan spesialis

Beberapa rumah sakit kekurangan perawatan dan bahan habis pakai untuk prosedur tingkat lanjut.

NUH rombak alur kerja untuk kurangi penumpukan di Rumah Sakit

Rumah sakit ini telah memperluas layanan perawat serta pengambilan keputusan di garis depan.

Asian Hospital opens dedicated hernia clinic

Klinik ini menyasar kesenjangan penanganan di Metro Manila, di mana jumlah kasus jauh melampaui kapasitas bedah yang tersedia.