CMUH patok harga robot perawat di bawah biaya perawat
Sistem yang dikembangkan rumah sakit ini dirancang untuk terintegrasi dengan alur kerja klinis.
China Medical University Hospital (CMUH) berencana mematok harga robot perawat hasil pengembangannya sendiri di bawah biaya mempekerjakan seorang perawat, seiring upaya rumah sakit ini mengatasi tekanan kekurangan tenaga kerja di tengah meningkatnya permintaan layanan kesehatan.
“Ketergantungan yang terus-menerus pada model perawatan yang padat tenaga kerja akan berdampak pada retensi tenaga kerja, kapasitas tempat tidur, dan keselamatan pasien, seiring populasi yang semakin menua dan meningkatnya penyakit kronis,” ujar Wei-Cheng Chen, Chief Secretary CMUH, kepada Healthcare Asia dalam jawaban tertulis melalui email.
Rumah sakit ini mengembangkan EirBot bersama EverBot Technology, perusahaan spin-off dari CMUH, alih-alih membeli sistem siap pakai dari pasaran.
Chen menjelaskan, CMUH menyediakan logika klinis, alur kerja keperawatan, dan tata kelola, sementara EverBot bertanggung jawab mengembangkan model kecerdasan buatan (AI), memproduksi perangkat keras, dan menangani proses deployment.
Superintendent CMUH, Der-Yang Cho, menyebut robot yang tidak dapat terhubung dengan sistem backend rumah sakit hanyalah “sepotong perabot yang tampak cerdas.”
EverBot berencana memproduksi sekitar 200 unit EirBot tahun ini untuk penerapan berbasis langganan (subscription) di sejumlah rumah sakit besar di Taiwan. Sekitar 30 unit di antaranya akan dipasang lebih dulu di CMUH dan Taichung Municipal Geriatric and Rehabilitation General Hospital.
Yi-Min Hsu, Director of Nursing CMUH, mengatakan EirBot berpotensi mengambil alih sekitar 30% tugas keperawatan yang sifatnya standar, termasuk orientasi bangsal, edukasi pasien, dukungan dokumentasi, dan pengantaran barang.
“Pemantauan lapangan awal menemukan bahwa pada alur kerja pengantaran dan pemindahan barang tertentu yang dibantu EirBot, jarak tempuh berjalan kaki perawat terkait berkurang hingga sekitar 50%,” ujar Hsu dalam jawaban tertulis melalui email.
Rumah sakit ini juga menguji EirBot menggunakan soal-soal dari seluruh tujuh National Nursing Licensure Examination Taiwan yang diselenggarakan dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Hsu, robot tersebut meraih skor di atas 90 pada setiap ujian, jauh melampaui nilai kelulusan sebesar 60—yang menurut CMUH setara dengan hasil tiga besar nasional.
Seiring perluasan penggunaan EirBot ke ranah follow-up pasca rawat inap, manajemen penyakit kronis, dan perawatan di rumah, Chen menyebut model berlangganan ini berpotensi diperluas ke program perawatan jangka panjang pemerintah, program pengelolaan kesehatan yang disponsori perusahaan asuransi, layanan transitional care rumah sakit, hingga layanan opsional yang dibayar langsung oleh pasien.
Shih-Sheng Chang, Director of AI and Robotics Innovation Centre CMUH, mengatakan EirBot berbeda dari chatbot maupun perangkat wearable karena mampu berinteraksi secara fisik dengan pasien, memberikan edukasi langsung di sisi tempat tidur (bedside), serta menjalankan berbagai tugas di bangsal.
“Generasi pertama ini menghadirkan layanan orientasi bangsal, konsultasi edukasi pasien, pengantaran barang, ronde bangsal jarak jauh, serta komunikasi video,” kata Chang.
Ia menambahkan, generasi kedua nantinya akan dilengkapi kemampuan pemantauan fisiologis tanpa kontak (contactless) serta sensor lingkungan, guna mendukung deteksi risiko secara real-time dan perawatan klinis yang lebih baik.