China dorong brain-computer interface menuju penggunaan komersial
Pendanaan BCI tembus US$1 miliar lewat 64 kesepakatan pada semester pertama.
China tengah mendorong teknologi brain-computer interface (BCI) dari tahap riset menuju penggunaan medis komersial, seiring meluasnya dukungan pemerintah, investasi, persetujuan regulasi, hingga cakupan asuransi.
“Dukungan kebijakan ini diperkuat oleh ekosistem domestik yang kuat, termasuk basis rumah sakit bedah saraf dan bedah unggulan yang besar, populasi pasien yang cukup signifikan, serta kolaborasi antara rumah sakit, universitas, lembaga riset, dan produsen,” ujar Grace Wang, partner di L.E.K. Consulting LLC, melalui panggilan Zoom.
Ia menambahkan, sektor ini telah mencatat lebih dari 20 kesepakatan pendanaan setiap tahunnya sejak 2021, mencerminkan minat investor yang terus tumbuh terhadap teknologi BCI.
“Sektor BCI berhasil menarik investasi lebih dari US$1,06 miliar lewat 64 kesepakatan hanya dalam paruh pertama 2026 saja, melampaui total sepanjang tahun sebelumnya,” ujar William Rojas, Director of Tech Research and Strategic Intelligence di GlobalData Plc, dalam jawaban tertulis melalui email.
Wang menyebut, brain-computer interface turut masuk dalam daftar 10 industri baru yang menjadi target pengembangan dalam rencana lima tahun ke-15 (15th five-year plan) China.
Sistem regulasi dan pembayaran juga mulai mendukung proses komersialisasi. Rojas menjelaskan, National Medical Products Administration China menerbitkan panduan klasifikasi dan penamaan perangkat medis BCI pada paruh pertama tahun ini, guna membantu perusahaan dalam mengajukan persetujuan produk.
National Healthcare Security Administration China telah memperkenalkan item penetapan harga untuk prosedur BCI invasif sejak 2025. Sejumlah wilayah, termasuk Zhejiang dan Beijing, mulai memasukkan layanan terkait BCI ke dalam cakupan asuransi kesehatan mereka pada 2026, tambahnya.
“Wilayah-wilayah seperti Beijing dan Zhejiang kini turut membantu membiayai prosedur pemasangan chip otak melalui asuransi kesehatan publik,” ujarnya.
Menurut Wang, produk BCI non-invasif sudah tersedia secara komersial untuk kebutuhan kesehatan konsumen, seperti pemantauan tidur, komunikasi, dan pelatihan atensi (attention training).
Teknologi BCI semi-invasif untuk memulihkan fungsi motorik juga semakin matang. Wang mencontohkan Neuracle Technology (Shanghai) Co. Ltd., perusahaan BCI yang berdiri sejak 2011, yang berhasil mengembangkan perangkat pemulihan fungsi tangan dan menjadi produk BCI semi-invasif pertama di dunia yang mendapat persetujuan global pada 2026.
Sementara itu, teknologi BCI invasif diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai penggunaan yang lebih luas, mengingat perusahaan masih perlu membangun bukti klinis serta membuktikan aspek keamanannya, ujar Wang.
Ia menambahkan, sektor rehabilitasi berpotensi menghasilkan nilai bisnis yang signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, mengingat besarnya populasi pasien di segmen ini serta tingkat kematangan teknologi BCI non-invasif yang relatif lebih tinggi.
Komponen-komponen seperti elektroda, chip sinyal saraf, dan software juga berpotensi membuka peluang baru, seiring upaya perusahaan mengumpulkan bukti klinis untuk produk-produk BCI mereka, katanya.
Sejumlah tantangan masih membayangi, termasuk kebutuhan akan bukti klinis yang konsisten pada kelompok pasien yang lebih besar, data keamanan jangka panjang untuk perangkat semi-invasif dan invasif, serta elektroda yang lebih tahan lama.
Wang juga menyebut terbatasnya cakupan reimbursement nasional dalam jangka pendek berpotensi membatasi keterjangkauan harga produk-produk ini.
Rojas menambahkan, persoalan etika dan keamanan akan tetap menjadi area yang perlu terus dibenahi, sekalipun hambatan regulasi dan pembayaran semakin mereda.